Pentingnya Isnad


Pentingnya Isnad[1]

Isnad merupakan kehususan ummat Islam, dan tidak terdapat pada ummat-ummat sebelum ummat ini. Karena isnad memiliki kedududukan yang tinggi di dalam agama Islam, oleh karena itu ummat Islam dinamakan juga Ummatul Isnadi ( ummat Isnad ).
Penelitian dan pengkajian isnad dalam ilmu hadist sangatlah penting, karena isnad adalah Wasilah ( perantara ) untuk mempelajari atau membedakan antara hadist yang diterima dan hadist yang ditolak.
Sufyan At-Tsauri Rahimahullah berkata :
الإسنادُ سلاحُ المؤمنِ، فإذا لم يكن معه سلاحٌ، فبأي شيء يُقاتل ؟!
" Isnad adalah senjata orang beriman, jika tidak memiliki senjata, dengan apa dia akan menyerah musuh ?! " ( Dikeluarkan Oleh imam Ibnu Hibban di dalam kitab Al-Majruhin, 1/27 )
Abdullah Ibnu Mubarok Rahimahullah berkata :
الإسنادُ عندي من الدّينِ، لو لا الإسناد لقال من شاء ما شاء
" Isnad bagiku adalah bagian dari agama, jika tidak ada isnad, maka manusia akan berkata sesukanya. " ( Dikeluarkan oleh Imam Muslim di Muqoddimah Kitab Shohihnya )
Ibnu Sirrin Rahimahullah berkata :
كانوا في الزمنِ الأوّل لا يسألون عن الإسنادِ فلمّا وقعتِ الفتنةُ سألُوا عن الإسنادِ لكيْ يأخذوا حديثَ أهل السنّةِ ويدعوا حديثَ أهل البدعِ
 "Dahulu dizaman awal Islam mereka tidak ditanya tentang isnad, ketika terjadi fitnah mereka ditanya tentang isnad, agar mereka bisa mengambil hadist ahlus sunnah dan meninggalkan hadist ahlul bidah." ( Sunan At-Tirmidzi, Kitabul 'Ilali, 5/740 )
Oleh karena itu para ahli hadist memperhatikan dan meniliti isnad-isnad, karena dengannya diuji dan ditinjau matan sebuah hadist, karena tidak mungkin sampai kepada matan hadist tanpa sebuah pencarian dan penelitian isnad.
Para ahli hadist sangat bersungguh-sungguh dalam mencari dan menelusuri isnad-isnad, sampai-sampai mereka mengadakan perjalanan jauh dari negeri ke negeri untuk meneliti isnad, dan mereka melintasi dan melewati daratan maupun lautan untuk mendapatkan isnad, atau mereka mencari dan meneliti isnad walaupun sulit bagi mereka. Dan ini adalah nikmat yang besar bagi ummat ini, kita bersyukur kepada Allah atas nikmat ini, dan memohon keteguhan di atas kebenaran, dan taufik agar selalu dekat kepada-Nya dan berpegang teguh di atas ketaatan kepada-Nya, sesungguhnya Allah adalah pelindung yang terpuji. ( Khotib Al-Bagdadi, Syarafu Ashabil Haditsi, H. 40 )
Imam Nawawi Rahimahullah berkata :
(( علمُ الحديثِ علمٌ شريفٌ يناسب مكارمَ الأخلاقِ ومحاسن الشِّيَمِ وهو من علوم الآخرةِ لا من علوم الدنيا ومن حُرِمَهُ فقد حُرمَ خيرا عظيما ومن رزقه فقد نَالَ فضلًا جزيلًا....))
" Ilmu hadist adalah ilmu yang mulia, membentuk akhlak yang mulia dan pribadi yang baik, ilmu ini adalah ilmu akhirat bukan ilmu dunia, siapa yang menolaknya maka dia telah menolak kebaikan yang besar, dan barang siapa yang diberi ilmu ini, maka dia telah mendapatkan keutamaan yang banyak ". ( Al-Irsyad, 1/598 )

Diterjemahkan dari Kitab : " At-Ta'liqot Al-Atsariyah 'ala Mandzumah Al-Baiquniyah ". Dar Ibnul Jauzi, Cet. Ke- 6. Hal. 18-19
Karya : Ali bin Hasan Bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari.



[1] Terkadang juga disebut Sanad.



Related Post