Sabtu, 02 Desember 2017

              Problematika Pendidikan umat Islam Kontemporer

Problematika dunia islam dewasa ini masih terus menjadi pembasan hangat oleh para pakar pendidikan mulai dari tingkat moralitas, serta mutunya yang masih tertinggal jauh di bandingkan dengan yang lainnya. Hal ini di sebabkan dengan berbagai macam problem yang membayangi pendidikan umat islam dewasa ini,mulai dari munculnya budaya-budaya barat, lemahnya wawasan keislaman umat islam dan lemahnya moralitas akhlak mereka.

1.     Munculnya budaya-budaya barat
Dewasa ini pendidikan umat islam sudah amat jauh perbedaannya di bandingkan dengan pendidikan masa dahulu masanya para sahabat, tabi’in dan tabiuttabi’in. Kalau kita perhatikan dewasa ini pendidikan umat islam sudah di bubuhi racun oleh budaya-budaya kaum barat, mulai dari model pergaulan terlebih-lebih lagi dari segi ilmu pengetahuan. Banyak orang yang cerdas otaknya akan tetapi kosong jiwanya mereka menguasai ilmu teknolgi misalnya, akan tetapi mereka lupa kepada Allah subhanahu wata’ala yang telah memberikan ilmu itu kepadanya. Seolah-olah ilmu yang mereka dapatkan itu bukan dari Allah akan tetapi hasil dari usaha mereka sendiri, bahkan mereka menyandarkannya kepada orang-orang barat sehingga mereka cuek dengan syariat Allah subhanahu wata’ala demi mengikuti budaya-budaya kaum barat yang tidak mengenal pendidikan agama islam. Kita ketahui bersama bahwa orang-orang barat yang benci kepada islam mereka selalu berusaha ingin menghancurkan pendidikan umat islam dengan berbagai macam cara yang mereka lakukan. Benar mereka tidak memerangi umat islam lewat fisik, akan tetepi mereka memerangi umat islam lewat pendidikan dengan cara meracuni pendidikan umat islam dengan peran pemikiran sehingga sedikit banyak orang yang terpengaruh oleh budaya mereka.

يريدون ليطفعوا نور الله بأفواههم والله متم نوره ولو كره لكا فرون

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka akan tetapi Allah menyempurnakan cayanya walaupun orang-orang kafir benci terhadap Allah subhanahu wata’ala.( Qs As-shof 5)[1]

2.      Lemahnya wawasan keislaman umat islam
Dewasa ini pendidikan umat islam, khususnya mengenai wawasan keislaman sudah teracuni oleh pemikiran-pemikiran kaum barat, sehingga mereka sulit menerima buku-buku yang berbau pendidikan ke islaman sehingga wawasan mereka lemah dalam memahami pendidikan agama islam. Inilah yang menjadikan pendidikan umat islam melemah khususnya dalam segi wawasan  karena kurangnya dalam memahami pendidikan islam yang di ajarkan al-quran dan as-sunnah. Namun amat aneh bin ajaib di antara umat islam ini banyak yang memahami ilmu pendidikan islam akan tetepi pemahaman yang mereka dapatkan itu melenceng dari al-quran dan sunnah rasulullah. Sehingga kebanyakan pendidikan umat islam dewasa ini adalah pendidikan yang berlebel islam akan tetapi  pemahaman serta wawasannya  jauh dari pendidikan islam yang sebenarnya. Hendaklah umat islam melihat dan memperhatikan dari mana dia mengambil sumber pendidikan itu, karena kebanyakannya pendidikan di Indonesia ini menyandarkannya kepada pendidikan islam akan tetapi  sumbernya meleset dari al-Quran dan as-Sunnah. Alangkah indahnya apa yang di katakan oleh seorang ualama imam Muhammad bin Sirin rahimahullahu
 إن الدين هو علم فنظروا عمن تأ خذون دينكم

Sesunggunya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari mana kalian mengambil sumber agama kalian[2].


Manusia ini perlu menyadari dan berfikir lebih dewasa, karena manusia termasuk mahkluk yang istimewa di bandingkan dengan mahkluk lainnya. Letaka keistimewaanya adalah dimilikinya otak sebagai akal pikiran hal inilah yang membedakannya dengan mahkluk lainnya7. Akal yang di maksud di sini agar manusia menggunakannya untuk berfikir dengan hal-hal yang positif, serta menggunakannya dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan islam sebagai penunjang untuk menyelamatkan pemikirannya dari pemikiran orang-orang barat.

3.      Lemahnya moralitas akhlak
Salah satu problematika umat islam dewasa ini adalah lemahnya pendidikan moral serta kurangnya penanaman akhlak pada pendidikan umat islam dewasa ini. Yang di maksud penanaman akhlak disini ialah akhlak yang di ajarkan oleh Rasulullah shallahu alaihi wasallam.

لقد كان لكم في رسول الله اسوة  حسنة  لمن كان يرجوالله وليوم لاخر وزكرلله  كثيرا

Sungguh telah ada pada diri Rasulullah shallahu alaihi wasallam suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang-orang yang mengharap( rahmat) Allah subhanahu wata’ala dan( kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.( Qs al-ahzab 21)[3]
Seluruh syariat yang di bawa rasulullah adalah rahmat, kebaikan dan berkah. Siapa yang meniti syariat yang di bawa beliau di antaranya pendidikan akhlak niscaya dia tidak akan mendapatkan kesengsaraan[4], namun kenyataanya dewasa ini, umat islam khususnya pada pendidikan moral dan pendidikan akhlak sangat jauh dari apa yang di ajarkan Rasulullah kepada mereka, sehingga pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan hal itu dianggap sebagai sebuah kebiasaan[5]. Seakan-akan hal tersebut tidak ada aturannya dalam pendidikan agama islam ini, bahkan diantara sebagian umat islam menyatakan “buat apa mengikuti aturan pendidikan islam, yang hal itu akan membuat sengsara dan tidak punya kebebasan untuk melakukan sesuatu”. Oleh karena itu jangan heran apabila jika di suatu lembaga pendidikan banyak diantara peserta didiknya melakukan hal-hal yang menjurus kepada perzinaan, bercumbu mesra antara laki-laki dan perempuan layaknya seperti binatang ternak yang tidak punya rasa malu lagi.






KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa pendidikan umat islam dewasa ini, masih banyak kita dapatkan problematika yang menghantui pendidikan umat islam. Sehingga sampai sekarang belum terselesaikan, mulai dari munculnya budaya-budaya barat dan pengetahuan yang hal itu tidak di sandarkan lagi kepada pendidikan islam, akan tetapi mereka sandarkan kepada orang-orang barat, sehingga pendidikan umat islam teracuni oleh budaya-budaya mereka. Di antaranya juga lemahnya wawasan keislaman umat islam, hal ini menunjukkan bahwa umat islam kurang perhatian dengan buku-buku yang di dalamnya membahas ilmu pendidikan islam. Sehingga wawasan yang mereka miliki kosong dari ilmu pendidikan islam. Di antaranya juga lemahnya moralitas akhlak, hal ini menunjukkan bahwa umat islam sudah jauh dari pendidikan moral serta akhlak yang di ajarkan islam itu sendiri, sehingga pergaulan bebas di angggap sebagai sebuah kebiasaan layaknya binatang ternak.






[1]QS  As shof 8
[2] Yazid bin abdul qodir jawas menuntut ilmu jalan menuju surga(Bogor At taqwa 2012)128
[3]QS Al Ahzab 21
[4]Majalah Al mawaddah pendidikan anak muslim edisi 51(Al furqon 2012)26
[5] Dwi siswoyo dkk ilmu pendidikan (yogyakarta uny press 2011)

Jumat, 01 Desember 2017

Website Online Untuk Pembelajaran Bahasa Arab

Website Online untuk Pembelajaran Bahasa Arab, Cocok Untuk Guru Bahasa Arab


    Teknologi pembelajaran amatlah penting diterapkan untuk mempercepat pemahaman siswa dan agar proses belajar bejalan lebih menarik. Di dunia maya, sangat banyak situs yang bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran bahasa arab. Mulai dari yang sudah didesain sebagai media interaktif multimedia, maupun yang belum di desain dan harus diolah seperti file mp3 maupun video-video bahasa arab.

Beberapa situs juga ada yang didesain sebagai alat bantu belajar bahasa Arab. Berikut ini adalah lima situs yang cocok digunakan dalam pembelajaran bahasa arab untuk anak-anak:
1.      http://www.areeg.org
Website ini adalah milik Pusat Pengembagan Software Pendidikan Pemerintah Kuwait yang bekerja sama dengan Ma’had Kuwait. Dalam web ini disediakan data-data elektronik pendidikan dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga tingkat SLTA (tentu dengan kurikulum setempat). Berisi semua mata pelajaran, termasuk bahasa arab. Tiap mata pelajaran disediakan data yang diklasifikasikan berupa e-book, contoh kegiatan interaktif, percobaan ilmiah, video tutoria, latihan, model visual, file presentasi dan hasil evaluasi. Tidak hanya bisa mendownload, kita juga bisa mengupload data ke dalam web ini.

Disini para kita guru bahasa arab (indonesia) bisa menyesuaikan tema yang dibutuhkan dengan materi yang disediakan disana. Kelebihan web ini disamping menyediakan data lengkap sejak tingkat TK, juga karena penataannya yang rapi. Web ini amat mudah digunakan dan dipahami. Jadi bagi yang penguasaan bahasa arabnya pas-pasan jangan khawatir. Banyak gambar diatas teks yang membantu, apalagi pengklasifikasianpun tidak rumit sama sekali. 

Dari namanya sudah bisa diketahui kalau web ini tidak jauh beda dengan web yang saya paparkan sebelumnya. Yaitu berisikan data-data elektronik untuk siswa sekolah. Bagi guru bahasa Arab, langsung saja melihat ke sebelah kanan layar, klik ‘marhalah’ yang maksud lalu klik ‘bahasa arab’ (paling atas). Disana kita bisa memilih topik berisikan tampilan berupa materi, percakapan bergambar bahkan video bergerak. Semakin rendah tingkatannya maka sajiannya semakin sederhana pula dan banyak warna.

Meskipun tidak semenarik tampilan areeg.com namun isinya sebenarnya lebih komplit. Juga karena tidak banyak gambar, maka web ini ringan, cocok untuk pengguna internet dengan koneksi lambat. Web ini juga manyajikan data-data pelengkap  lain, seperti perangkat pembelajaran, data keilmuan, game dan lainnya.

Program-program adalam web ini dirancang untuk anak (penutur arab) usia 4-7 tahun, tanpa kemampuan membaca atau menulis. Tahap awal program dirancang untuk mengajarkan alfabet dalam berbagai bentuk dan metode pembentukan, sedangkan stadium lanjut dirancang untuk mengajarkan dasar-dasar membaca dan menulis, dengan kemampuan membentuk kalimat-kalimat pendek.

Ada lebih dari dua ratus game pendidikan disini, mulai dari yang termudah huruf abjad, dan berakhir belajar kalimat pendek. Gamenya sangat beraneka ragam dan menarik. Namun harus menggunakan koneksi internet yang tinggi, karena datanya berat. Selain itu, dalam web ini juga ada lima puluh cerita bergambar. Cerita tersebut diklasifikasikan sesuai tingkatan. Sayangnya, untuk permainan apabila mengikuti sistem poin/harta karun, secara runtut, maka harus mengikuti yang berbayar.

Situs gratis pembelajaran bahasa arab online ini menggunakan bahasa pengantar bahasa inggris. Web ini dikelola oleh para pakar dan telah menghabiskan puluhan ribu dolar dalam penyempurnaan isinya. Karena itu isinya sangat luas dalam pembelajaran bahasa arab. Ada pembelajaran maharah qiroah, muforad aplikatif, latihan-latihan, diskusi dan data-data yang bisa di download. 

Web ini juga menyediakan layanan konsultasi baik melalui telpon, email, skype juga we-chat. Tapi tentu dibutuhkan bahasa Inggris dasar untuk memahami instruksi dan keterangan sederhana dalam web ini.


Pemilik web ini menamai dengan Belajar Bahasa Arab Online ini. Web ini berisi data-data yang dikumpulkan dari situs lain, khususnya youtube. Ada banyak video yang telah dikumpulkan yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa arab. 

Dalam web blog ini juga sudah diklasifikasikan kategori-kategori videonya sehingga mempermudah dalam pencarian. Jadi dengan melihat isi blog ini kita semacam melihat khulashoh youtube yang memuat khusu video untuk pembelajaran bahasa arab. Bahasa pengantarnya bahasa Indonesia, jadi lebih mudah


Sebenarnya ada banyak situs lain yang berisikan serupa, media online untuk pembelajaran bahasa arab. Namun untuk kali ini hanya 5 situs ini yang bisa diulas. Permasalahannya kebanyakan situs-situs tersebut diperuntukkan untuk penutur arab asli, adapun web yang disetting untuk penutur orang Indonesia biasanya masih memakai teori lama bahasa, yang mengedepankan pada gramatikal.

Semoga bermanfaat.

*Disarikan dari UTS TEP teman-teman PBA Pascasarjana UIN Malang 2013; M. Barqus, Dewi Rusli, Fikriyah Mahyaddin (dengan izin)


Sekilas Tentang Bahasa

Oleh : Drs. Dudung Hamdun, M.Si. adalah dosen pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Knlijaga Yogyakarta.


Bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki peranan yang sangat periling dalam kehidupan individu maupun kelompok. Kemampuan berbahasa menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi, terlebih pada era globalisasi, modernisasi, industrialisasi, dan era informasi seperti saat ini. Aspek yang sangat menonjol dan terlihat dengan sangat jelas terkait dengan era seperti sekarang ini adalah terjadinya perubahan yang amat cepat yang terjadi pada setiap sektor kehidupan, sesaat saja kita terlena kita akan tertinggal jauh dan tergilas oleh roda waktu.
Kemampuan dan penguasaan bahasa menjadi sangat urgen dan tidak bisa ditunda. Sementara kendala penguasaan bahasa sejak dulu sampai sekarang masih menjadi sebuah delema yang tidak kunjung terpecahkan. Salah satu contoh ; banyak orang yang telah bersusah payah dan berusaha keras belajar bahasa Arab misalnya, bahkan telah menghabiskan banyak waktu untuk itu namun hasilnya tidak pernah memuaskan. Untuk hal tersebut penulis tergerak untuk ikut serta menyumbangkan pemikiran dalam upaya mencari solusi alternatif yang dapat memecahkan kebekuan masalah tersebut, dengan mencoba melihat dari aspek psikis yakni tinjauan psikologi dengan sebuah pendekatan Psikologi Belajar Bahasa. Seperti yang kita ketahui, metodologi pengajaran bahasa asing saat ini mengalami perkembangan terus-menerus. Seiring dengan perkembangan yang terjadi terutama pada disiplin ilmu bahasa (ilmu al-lughah- Linguistik), Ilmu pendidikan ( paedagogi) dan ilmu an-Nafs (psychology), Lebih dari pada itu, hasil-hasil penelitian dalam bidang pengajaran bahasa, juga memberikan kontribusi kepada lahirnya pendekatan dan metode baru dalam pengajaran bahasa. Harus diakui bahwa sebagian besar dari perkembangan tersebut terjadi pada pengajaran bahasa Inggris yang merupakan bahasa dunia paling populer dewasa ini.

 Sementara pengajaran bahasa Arab lebih banyak berperan sebagai pengadopsi, sehingga seringkali tertinggal di banding bahasa Inggris. Apalagi pengajaran bahasa Arab di Indonesia kurang memiliki akses ke lembaga-lembaga ilmiah di Timur Tengah. Keterampilan berbahasa mencakup empat segi yaitu listening skills, speaking skills, reading skills dan writing skills. Setiap keterampilan erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan lainnya. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa, biasanya melalui suatu hubungan urutan yang teratur: mula-mula pada masa kecil (kanak-kanak) kita belajar menyimak bahasa, kemndian berbicara; sesudah itu kita belajar membaca, dan menulis. Menyimak dan berbicara dipelajari sebelum memasuki sekolah, sedangkan membaca dan menulis dipelajari di sekolah. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan (catur-tunggal). Selanjutnya setiap keterampilan erat pula berhubungan dengan proses-proses berpikir yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin trampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya. Keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktek dan banyak latihan. Melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berpikir.

Psikologi Pembelajaran Bahasa Arab


Aplikasi psikologi pembelajaran

Menurut C.Asri Budiningsih, aliran psikologi belajar yang sangat besar mempengaruhi arah pengembangan teori dan peraktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik.
 Alasan ini disebabkan karena aliran behavior menekankan pada terbentuknya model hubungan stimulus dan respon. Sehingga sangat terkesan pelajar menjadi individu yang pasif  yang berperilaku sesuai stimulus yang diberikan pengajar. Dan metode yang dipakai dalam teori ini hanya menggunakan metode pembiasaan atau drill, sehingga pelajar dapat dibentuk dengan situasi tertentu.
Maka untuk mengaplikasikan teori ini dibutuhkan beberapa hal, antara lain menurut C.Asri Budiningsih adalah tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik siswa, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia pembelajaran yang dirancang dan dilaksananakan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah objektif, pasti, tetap, tidak berubah.
Teori behavioristik merupakan teori yang secara khusus bicara tentang perubahan tingkah laku yang nampak secara lahiriah, karena itu para pelajar diatur dengan penegakan disiplin yang ketat dan mengutamakan pembelajaran melalui buku teks yang merupakan pegangan wajib pelajar.
 Secara umum, langkah-langkah pembelajaran yang berpijak pada teori behavioristik yang dikemukakan oleh Suciati dan Prasetya Irawan  dapat digunakan dalam merancang pembelajaran. Langkah-langkah tersebut meliputi :
·         Menentukan tujuan-tujuan pembelajaran
·         Menganalisis lingkungan kelas yang ada saat ini termasuk mengidentifikasi pengetahuan awal ( entery behavior) siswa.
·         Menentukan materi pelajaran.
·         Memecah materi pelajaran menjadi bagian kecil, meliputi pokok bahasan, sub pokok bahasan, topik dan sebagainya.
·         Menyajikan materi pelajaran
·         Memberikan stimulus dapat berupa pertanyaan, baik lisan maupun tertulis, tes / kuis, latihan atau tugas-tugas.
·         Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan siswa.
·         Memberikan penguatan / reinforcement ( mungkin penguatan positif) ataupun penguatan negatif) ataupun hukuman.
·         Memberikan stimulus baru
·         Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan siswa.
Berikut adalah contoh  pengaplikasian teori belajar behavior berdasarkan  teori belajar E.L. Thorndike.
1.      Tujuan pembelajaran:
·         Siswa  dapat  mengucapkan  kosa  kata   dalam   bahasa   Arab   tentang fasilitas umum.
·         Siswa dapat menggunakan  kosa kata bahasa arab (fasilitas umum) dalam kalimat.
2.       Pengetahuan Awal :
·         Siswa telah mengetahui Bahasa Arab tentang Isim Isyarat (kata tunjuk).
3.      Materi Pelajaran          :  Fasilitas umum
4.      Sub pokok bahasan     :  -
5.       Penyajian materi         :  Praktek yang dilakukan oleh guru
6.      Memberikan stimulus  :  Pertanyaan yang diberikan oleh guru
7.      Mengamati respon siswa : Siswa dapat menebak apa yang dipraktekkan oleh guru
8.      Memberikan penguatan : pengajar memberikan reward berupa pujian
9.      Memberikan stimulus baru : pengajar memerintahkan siswa untuk melafalkan kosa kata   Bahasa Arab dan menggunakannya dalam bentuk kalimat.
10.  Mengamati respon siswa :Siswa dapat melafalkan kosa kata Bahasa Arab dan menggunakannya dalam bentuk kalimat.
Sedangkan teori belajar kognitif sangat berbeda dengan teori belajar behavioristik. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajarnya, model belajar kognitif menyatakan hubungan tentang adanya tingkah laku seseorang dengan  perpepsi pemahamannya terhadap situasi yang berkaitan erat dengan tujuan belajar yang diinginkan.
Kembali C.Asri Budiningsih mengatakan bahwa belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang nampak. Maka aliran ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks.
Adapun prinsip – prinsip yang dipakai dalam aplikasi teori kognitif adalah :
a.       Siswa bukan sebagai orang dewasa yang muda dalam proses . Mereka  mengalami perkembangan kognitif melalui tahap-tahap tertentu.
b.      Anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar, akan dapat belajar dengan baik, terutama jika menggunakan benda-benda kongkrit.
c.       Keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar amat dipentingkan karenanya dengan mengaktifkan siswa, maka proses asimilasi dan akomodasi pengetahuan dan pengalaman dapat terjadi dengan baik.

d.      Untuk menarik minat dan menimgkatkan prestasi belajar perlu mengkaitkan pengalaman atau informasi baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki sipelajar.
e.       Belajar memahami akan lebih bermakna dari pada belajar menghapal. Agar bermakna, informsi baru harus disesuaikan dan dihubungkan dengan pengeahuan yang dimiliki siswa. Tugas guru adalahnmenunjukkan hubungan antara apa yang sedang dipelajari dengan apa yang telah diketahui siswa.

f.       Adanya perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan, karena faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. Perbedaan tersebut misalnya pada motivasi, persepsi, kemampuan  berpikir, pengetahuan awal dan sebagainya.

Psikologi Pembelajaran Bahasa Arab

Psikologi  pembelajaran dalam belajar Bahasa Arab

1.      Psikologi pengajar
Dalam hal ini terkait dengan guru atau pendidik selaku seseorang yang membetikan pembelajaran kepada murid atau peserta didik, bagaimana cara tepat bagi seorang pengajar pada saat mengajar murid-murid mereka.
Mengajar yang baik bukan sekedar persoalan teknik-teknik dan metodologi belajar saja, biasanya para pengajar ketika mengajara berharap untuk menjaga disiplin kelas tanpa mengetahui karakter dari peserta didik, pada saat itu seorang pengajar sering bertindak otoriter, menjauhi siswa, bersikap dengan menjauhi siswa, bersikap dingin, biasanya hal itu untuk menyembunyikan rasa takut kalau dianggap lemah, kebanyakan asehat yang sering diberikan misalnya agar guru bertindak keras pada saat permulaan, hal itu semata-mata bertujuan untukmemberikan rasa takut pada peserta didik agar peserta didik menjadi seseorang yang penurut nantinya.
Ada beberapa mitos pengajaran yang telah berlaku beberapa generasi, yaitu :
a.       Guru harus bersikap tenang tak berlebih-lebihan dan dingin menghadapi situasi, tidak boleh kehilangan akal, marah sekali atau menunjukkan kegembiraan yang berlebihan. Dia harus bersikap netral dalam segala masalah dan tidak menunjukkan pendapat pribadinya.
b.      Guru harus dapat menyukai siswanya secara adil. Ia tidak boleh membenci dan memarahi siswa Guru harus memberlakukan siswanya secara sama
c.       Guru harus mampu menyembunyikan perasaannya meskipun terluka hatinya, terutama di depan siswanya yang masih muda Guru diperlukan oleh siswanya karena siswanya belum dapat bekerja sendiri
d.      Guru harus dapat menjawab semua pertanyaan yang disampaikan oleh siswanya

Menurut Abu Ahmadi ada juga beberapa anggapan peserta didik tentang pelajaran bahasa Arab, yaitu:
a.       Peserta didik biasanya menganggap bahwa bahasa  Arab adalah sesuatu (pelajaran) yang sangat sulit untuk dipelajari.
b.      Peserta didik menganggap bahwa para guru bahasa Arab adalah seseorang yang kolot dan tidak menyenangkan.
c.       Peserta didik menganggap bahwa bahasa Arab adalah pelajaran yang membutuhkan hafalan yang sangat banyak.
d.      Peserta didik kebanyakan menganggap bahwa bahasa Arab adalahpelajaran yang tidak terlalu penting.
Hal yang memberikan pengertian salah tentang guru, terutama guru bahasa Arab, membuat para guru merasa tertekan dengan keadaan kelas yang hening, tidak menyenangkannya proses belajar mengajaar, tidak antusiasnya para peserta didik dan keadaan-keadaan lain yang membuat para guru merasa tertekan.
      Para pengajar juga biasanya menghindari situasi dimana para peserta didik bertanya sesuatu yang mungkin belum diketahui oleh pengajar dengan cara tidak mau mengakui ketidak tahuannya.
Sejatinya guru bukanlah mahkluk yang berbeda dengan siswanya, dia harus dapat berpartisipasi di dalam semua kegiatan yang dilakukan oleh siswanya dan yang dapat mengembangkan rasa persahabatan secara pribadi dengan siswanya dan tidak perlu merasa kehilangan kehormatan karenanya, rasa takut dan was-was dalam keadaan tertentu adalah hal biasa.
Menurut Combs dalam Soemanto Wasty (1998), pengajar yang baik adalah :
a.       Pengajar  yang mempunyai anggapan bahwa orang lain itu mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah mereka sendiri dengan baik
b.      Pengajar  yang melihat bahwa orang lain mempunyai sifat ramah dan bersahabat dan bersifat ingin berkembang.
c.       Pengajar cenderung melihat orang lain sebagai orang yang sepatutnya dihargai.
d.      Pengajar yang melihat orang-orang dan  perilaku mereka pada dasarnya berkembang dari dalam; jadi bukan merupakan produk dari peristiwa-peristiwa eksternal yang dibentuk dan yang digerakkan. Dia melihat orang-orang itu mempunyai kreatifitas dan dinamika; jadi bukan orang yang pasif atau lamban.
e.       Pengajar  yang melihat orang lain itu dapat memenuhi dan meningkatkan dirinya; bukan menghalangi, apalagi mengancam
Prof. Dr. Saroj Buasri (1970) berpandangan bahwa pengajar yang baik hendaknya mempunyai tiga kualitas besar, yaitu:
a.       Pengajar  yang baik harus mengajar dengan baik. Pengajaran yang baik berasal dari pengetahuan tentang teknik-teknik pengajaran yang sifatnya ilmiah, ada komitmen untuk mempersiapkan bahan-bahan belajar dan pengakuan atas perlunya memadukan moralitas dengan pengajaran.
b.      Pengajar yang baik harus terus belajar dan melakukan penelitian untuk pengembangan dan pengetahuannya

c.       Pengajar yang baik harus membantu siswa untuk mengembangkan kemampuannya dalam menerapkan pengetahuan, untuk membantu orang atau masyarakat yang memerlukannya.

Dari berbagai sumber
Semoga bermanfaat

Kamis, 16 November 2017

Psikologi Pembelajaran Bahasa Arab


Pengertian psikologi pembelajaran

Psikologi pembelajaran sebagai suatu sub disiplin ilmu psikologi yang berasal dari kata "psikologi" dan "pembelajaran". Oleh karena itu, untuk mendefinisikan psikologi pembelajaran akan sangat bagus jika didefinisikan masing-masing lebih dahulu.
Psikologi didefinisikan sebagai kajian saintifik tentang tingkah laku dan proses mental organisme. Dengan demikian, ada tiga gagasan utama dalam definisi ini yaitu : 'saintifik', 'tingkah laku', 'proses mental'.
Pengertian psikologi dalam bahasa Arab “Ilmu nasf” yang berarti ilmu jiwa, sedangkan pengertian pembelajaran adalah suatu upaya membelajarkan siswa untuk belajar yang mana guru bertindak sebagai fasilitator untuk membelajarkan siswa. Menurut Oemmar Hamalik, pembelajaran adalaah suatu komuninkasi yang tersusun meliputi unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran, dalam hal ini manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru dan tenaga lainnya.
       Saintik bermakna kajian yang dilakukan dan data yang dikumpulkan mengikuti prosedur yang sistematik yaitu dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
Nyatakan masalah dan tentukan hipotesis yang hendak dikaji
Reka bentuk kajian dan tentukan teknik pengumpulan data
Pengumpulan data dan melakukan analisis data
Melaporkan penemuan untuk memastikan apakah hipotesis yang telah dirumuskan dapat dibuktikan
Tingkah laku ialah aktivitas apa saja yang dapat diperhatikan, dicatat dan diukur. Tingkah laku juga dapat diperhatikan apabila individu menyebut atau menulis sesuatu, misalnya, catatan seorang tentang ketakutannya atau sikapnya sesungguhnya juga merupakan tingkah laku orang yang bersangkutan.
Proses mental mencakup segala proses yang terlibat dengan pemikiran, ingatan, pembelajaran, sikap, emosi, dan sejenisnya, inilah yang menjadi perhatian para ahli psikologi, namun perlu ditegaskan di sini bahwa proses-proses itu tidak mudah dilihat sehingga tidak mudah pula dalam mencatat dan mengukurnya secara tepat, oleh sebab itu, pada tahun 60-an, ahli-ahli psikologi enggan menerima kajian mengenai proses-proses ini karena sulit dijalankan secara saintik. Bagaimana pun paradigma telah berubah dan dengan kaedah-kaedah baru, kajian mengenai proses-proses mental itu tetap diterima sebagai psikologi.
Setelah membahas tentang psikologi, berikutnya adalah pembelajaran. Secara umum pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui pengalaman individu yang bersangkutan. dalam proses pembelajaran tidak hanya melibatkan penguasaan fakta atau konsep sesuatu bidang ilmu saja, tetapi juga melibatkan perasaan-perasaan yang berkaitan dengan emosi, kasih sayang, benci, hasrat, dan kerohanian. Pembelajaran tidak terbatas pada apa yang kita rancangkan saja, tetapi juga melibatkan pengalaman yang di luar kesadaran kita, seperti peristiwa kemalangan atau seorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama.
Menurut Nana Sudjana bahwa pembelajaran adalah sebagai setiap upaya yang sistematis dan disengaja oleh pendidik untuk menciptakan kondisi-kondisi agar peserta didik melakukan kegiatan belajar mengajar, dalam pembelajaran terjadi interaksi antara guru dan siswa, disatu sisi guru melakukan sebuah aktivitas yang membawa anak kearah tujuan, lebih dari itu anak atau siswa dapat melakukan serangkaian kegiatan yang telah direncanakan oleh guru yaitu kegiatan balajar yang terarah pada tujuan yang ingin dicapai. dengan demikian pembelajaran bahasa Arab dapat didefinisikan suatu upaya membelajarkan siswa untuk belajar bahasa Arab dengan guru sebagai fasilitator dengan mengorganisasikan berbagai unsur untuk memperoleh tujuan yang ingin dicapai.
Dalam pembelajaran bahasa Arab hendaknya mengacu pada upaya membina dan mengembangkan keempat segi kemampuan bahasa, yaitu:
a.       Menyimak (istima').
b.      Berbicara (takallum)
c.       Membaca (qiro'ah)
d.       Menulis (kitabah)
Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kepada peserta didik kemampuan memahami bahasa, baik melalui pendengaran maupun tulisan (reseptif), dan mampu mengutarakan pikiran dan perasaan baik secara tulisan (ekspresif).

Berdasarkan beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa "Psikologi Pembelajaran" didefinisikan sebagai ilmu yang mengkaji mengapa, bilamana, dan bagaimana proses pembelajaran berlangsung sebagai suatu organisme. Semua organisme mempunyai kapasitas untuk belajar selagi organisme itu mempunyai otak. Tumpuan perhatian ahli Psikologi Pembelajaran adalah mengkaji mengapa, bilamana, dan bagaimana proses pembelajaran berlaku.

Dari berbagai sumber

Semoga bermanfaat